Senin, 03 Januari 2011

jatie diri perawat hilang

perawat sejatinya seorang profesional yang bekerja menggunakan ilmu dan seni, mengejawantahkan apa yang ia dapatkan dari bangku kuliah, meliputi teori dan praktek, untuk selanjutnya diterapkan pada saat ia bekerja kelak. Akan tetapi apa daya, kenyataan berkata lain. Apa yang keseharian dilakukan seorang perawat dalam bekerja baik di puskesmas maupun dirumah sakit sangat jauh dari peran dan fungsi perawat sejatinya.Perawat terpuruk oleh rutinitas yang jauh dari `dunia`keperawatan, perawat sibuk melayani profesi lain disekitarnya yang menghabiskan waktunya dari dia pertama datang keruangan hingga waktu pulangnya. dari pengambilan sample darah untuk pemeriksaan laborat, mengantar resep ke apotik, mengambil hasil rontgen di ruang radiologi, belum lagi perawat terpaku dengan program therapy medis yang harus ia laksanakan, mengikuti visite dokter, melaksanakan tindakan medis non operatif, injeksi, pasang infus, kateter, dsb..sehingga jika dibuat jadwal harian, nyaris kegiatan perawat hanya seputar tindakan-tindakan non keperawatan( mungkin hampir 90%).Lalu dimana sentuhan khas perawat kepada pasienya?yang harus melayani sepenuh hati, menyentuh pasien dengan kasih, membantu kebutuhan dasar pasien dengan ketergantungan, melaksanakan komunikasi yang bersifat `therapeutik`katanya?, melakukan pemahan penyakit kepada pasien dan keluarga melalui penkes, dan msh banyak lagi. Lalu siapa yang harus merubah praktek keperawatan yang sudah begitu lama salah arah ini?padahal banyak sarjana S1 hingga Ners di cetak tiap tahunya, tapi tak mengubah praktek keperawatan di lapangan, apakah menunggu RUU Keperawatan di undangkan, ataukah wadah PPNI kurang memperhatikan hal ini? yach...apapun itu semoga kedepan perawat bisa menjadi `perawat Sedjatie`...amien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar